Posts Tagged ‘ Mengenai surga ’

Tingkat Ketakwaan Kita


Diantara indikator yang bisa mengukur  tingkat kedekatan kita kepada Allah adalah dengan Al-Qur’an karena itu adalah Firman Allah..

Sejauh mana tingkat kedekatan kita deng Al-Quran sejauh itu pula tingkat kedekatan kita kepada Allah..

Oleh karena itu kita wajib selalu dekat deng Al-Quran..

Dengan sering menilawahkannya, sering mendengarnya, menghapalnya, kemudian membaca makna & tafsirnya dan juga mengamalkannya isinya..

Imam Sufyan bin Uyainah berkata:
“Indikasi seseorang itu dekat atau jauh dari Allah adalah dari dekat jauhnya dia dari Al-Quran.”

Marilah kita jadikan Al-Quran sebagai pedoman & petunjuk kita di dunia, karena dengan itu kita akan mendapatkan banyak sekali manfaat di dunia maupun di Akhirat..

Dan diantarany Al-Quran akan datang di hari kiamat menjadi Syafa’at bagi para pembacanya..
Oleh : Kiki Alwainy

Advertisements

Ilmu itu lebih baik daripada harta


Ali bin abi thalib: “Ilmu (agama) itu lebih baik dari pada harta. Ilmu (agama)i tu akan menjagamu, sedangkan harta engkaulah yg menjaganya. Ilmu (agama)i tu semakin berkembang dengan diinfakkan, sedangkan harta akan berkurang jika diinfakkan. Ilmu adalah yg mengaturmu, sedangkan harta engkau yang akan mengaturnya. Mencintai ilmu adalah agama yang seseorang itu beribadah dengannya..

oleh: Kiki Alwainy

Ramadhan


Urutan Haji


Taat


Kesabaran, Bar’ah, Gadis Kecil, Keikhlasan, Kisah Nyata, Penderitaan Hidup, Penghafal Qur’an, Silih Berganti


 

Bar’ah

Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, yang orangtuanya dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya. Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit  perut  yang  parah dan  setelah  beberapa  kali  diperiksakan  diketahuilah  ibu  bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.

Continue reading

AKU HAMBA YANG BERLUMURAN DOSA


Untaian syair : Jamaluddin Yahyaa bin Yuusuf Ash-Shorshori Al-Hambali rahimahullah

Syair ini telah dinukil oleh Ibnu Muflih Al-Maqdisi Al-Hanbali rahimahullah (wafat tahun 763 H) di penghujung kitabnya yang sangat masyhuur Al-Aadaab As-Syar’iyah 3/562-563.

أَنَا الْعَبْدُ الَّذِي كَسَبَ الذُّنُوبَا ***** وَصَدَّتْهُ الْأَمَانِي أَنْ يَتُوبَا
Aku adalah hamba yang telah bergelimang dosa
Angan-angan telah menghalanginya untuk bertaubat

أَنَا الْعَبْدُ الَّذِي أَضْحَى حَزِينًا ***** عَلَى زَلَّاتِهِ قَلِقًا كَئِيبَا
Aku adalah hamba yang sangat bersedih
Atas kesalahan dan ketergelinciran, gelisah dan cemas

أَنَا الْعَبْدُ الَّذِي سُطِرَتْ عَلَيْهِ ***** صَحَائِفُ لَمْ يَخَفْ فِيهَا الرَّقِيبَا
Aku adalah hamba yang lembaran-lembaran catatan amal…
telah mencatat dosa-dosanya akan tetapi ia tetap tidak takut kepada Allah yang Maha Mengawasi

أَنَا الْعَبْدُ الْمُسِيءُ عَصَيْتُ سِرًّا ***** فَمَا لِي الْآنَ لَا أُبْدِي النَّحِيبَا
Aku adalah hamba yang bersalah…aku telah bermaksiat tatkala besendirian
Lantas kenapa hingga saat ini aku belum menampakan ratapanku..??
أَنَا الْعَبْدُ الْمُفَرِّطُ ضَاعَ عُمُرِي ***** فَلَمْ أَرْعَ الشَّبِيبَةَ وَالْمَشِيبَا
Aku adalah hamba yang lalai, telah sia-sia usiaku…
Aku tidak memperhatikan masa muda dan masa tuaku

أَنَا الْعَبْدُ الْغَرِيقُ بِلُجِّ بَحْرٍ ***** أَصِيحُ لَرُبَّمَا أَلْقَى مُجِيبَا
Aku adalah hamba yang tenggelam dalam ombak lautan
Aku berteriak…semoga aku menemukan penjawab seruanku

أَنَا الْعَبْدُ السَّقِيمُ مِنْ الْخَطَايَا ***** وَقَدْ أَقْبَلْتُ أَلْتَمِسُ الطَّبِيبَا
Aku adalah hamba yang sakit menderita karena dosa-dosa…
aku telah datang mencari tabib…ٍSungguh

أَنَا الْعَبْدُ الشَّرِيدُ ظَلَمْتُ نَفْسِي ***** وَقَدْ وَافَيْتُ بَابَكُمْ مُنِيبَا
Aku adalah hamba yang tersesat, aku telah menzolimi diriku…
Sungguh aku telah kembali berada di pintuMu bertaubat

أَنَا الْمُضْطَرُّ أَرْجُو مِنْكَ عَفْوًا ***** وَمَنْ يَرْجُو رِضَاكَ فَلَنْ يَخِيبَا
Aku adalah orang yang terpuruk mengharapkan ampunanMu
Siapa yang mengharapkan ridoMu maka ia tidak akan kecewa

فَيَا أَسَفَى عَلَى عُمُرٍ تَقَضَّى ***** وَلَمْ أَكْسِبْ بِهِ إلَّا الذُّنُوبَا
Sungguh aku menyesal dengan usiaku yang telah lewat
Aku tidak mengisinya kecuali dengan dosa-dosa

وَأَحْذَرُ أَنْ يُعَاجِلَنِي مَمَاتٌ ***** يُحَيِّرُ هَوْلُ مَصْرَعِهِ اللَّبِيبَا
Aku takut kematian mendahuluiku (sebelum bertaubat)
Orang yang berakal akan terperanjat kebingungan menghadapi dahsyat serangannya

وَيَا حُزْنَاهُ مِنْ نَشْرِي وَحَشْرِي ***** بِيَوْمٍ يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبَا
Sungguh sangat menyedihkan jika aku dibangkitkan dan dikumpulkan
Pada hari (kiamat)…hari yang menjadikan anak-anak beruban

تَفَطَّرَتِ السَّمَاءُ بِهِ وَمَارَتْ ***** وَأَصْبَحَتِ الْجِبَالُ بِهِ كَثِيبَا
Langit terbelah dan tergoncang…
Jadilah gunung-gunung berterbangan…

إذَا مَا قُمْتُ حَيْرَانًا ظَمِيئَا ***** حَسِيرَ الطَّرْفِ عُرْيَانًا سَلِيبَا
Tatkala aku dibangkitkan dalam keadaan bingung penuh dahaga…
Menundukan pandangan…telanjang…tidak membawa apapun

وَيَا خَجَلَاهُ مِنْ قُبْحِ اكْتِسَابِي ***** إذَا مَا أَبْدَتْ الصُّحُفُ الْعُيُوبَا
Sungguh memalukan akibat buruknya perbuatanku…
Tatkala lembaran-lembaran catatan amal mengumbar aib-aibku

وَذِلَّةِ مَوْقِفٍ وَحِسَابِ عَدْلٍ ***** أَكُونُ بِهِ عَلَى نَفْسِي حَسِيبَا
Kondisi yang sangat menghinakan…serta perhitungan yang adil
Akupun mengetahui hisab diriku tatkala itu

وَيَا حَذَرَاهُ مِنْ نَارٍ تَلَظَّى ***** إذَا زَفَرَتْ وَأَقْلَقَتِ الْقُلُوبَا
Sungguh berhati-hatilah dengan neraka yang menyala-nyala
Tatkala terdengar suara teiakan siksaan dan hati-hati pun bergejolak

تَكَادُ إذَا بَدَتْ تَنْشَقُّ غَيْظًا ***** عَلَى مَنْ كَانَ ظَلَّامًا مُرِيبَا
Hampir-hampir saja neraka menampakan kemurkaannya
Kepada orang yang zolim dan ragu (*akan hari akhirat)

فَيَا مَنْ مَدَّ فِي كَسْبِ الْخَطَايَا ***** خُطَاهُ أَمَا أَنَى لَكَ أَنْ تَتُوبَا
Wahai yang terus melangkahkan kakinya untuk melakukan dosa…
Kapankah engkau akan bertaubat??

أَلَا فَاقْلِعْ وَتُبْ وَاجْهَدْ فَإِنَّا ***** رَأَيْنَا كُلَّ مُجْتَهِدٍ مُصِيبَا
Hendaknya engkau berhenti dari dosa-dosamu dan bertaubatlah…
Bersungguh-sungguhlah, kita melihat setiap yang bersungguh-sungguh mendapat kebenaran

وَكُنْ لِلصَّالِحِينَ أَخًا وَخِلًّا ***** وَكُنْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا غَرِيبَا
Bersaudaralah dan bersahabatlah dengan orang-orang sholeh
Jadilah engkau di dunia ini sepert orang yang asing

وَكُنْ عَنْ كُلِّ فَاحِشَةٍ جَبَانًا ***** وَكُنْ فِي الْخَيْرِ مِقْدَامًا نَجِيبَا
Jadilah engkau pengecut lari dari segala perbuatan keji
Dan bersegeralah maju dalam kebajikan

وَلَاحِظْ زِينَةَ الدُّنْيَا بِبُغْضٍ ***** تَكُنْ عَبْدًا إلَى الْمَوْلَى حَبِيبَا
Pandangilah perhiasan dunia dengan kebencian
Niscaya engkau akan menjadi hamba Allah yang dicintai

فَمَنْ يَخْبُرْ زَخَارِفَهَا يَجِدْهَا ***** مُخَالِبَةً لِطَالِبِهَا خَلُوبَا
Barang siapa yang mencoba perhiasan dunia…
Maka ia akan mendapatinya sangat memikat akan tetapi sangat menipu

وَغُضَّ عَنْ الْمَحَارِمِ مِنْك طَرْفًا ***** طَمُوحًا يَفْتِنُ الرَّجُلَ الْأَرِيبَا
Hendaknya engkau menundukan lirikanmu dari perkara yang haram
Godaan yang memfitnah lelaki yang cerdas

فَخَائِنَةُ الْعُيُونِ كَأُسْدِ غَابٍ ***** إذَا مَا أُهْمِلَتْ وَثَبَتْ وُثُوبَا
Sungguh lirikan mata yang berkhianat ibarat singa hutan
Kapan saja engkau lalai maka ia akan benar-benar menerkam

وَمَنْ يَغْضُضْ فُضُولَ الطَّرْفِ عَنْهَا ***** يَجِدْ فِي قَلْبِهِ رَوْحًا وَطِيبَا
Siapa yang menundukan pandangannya darinya
Maka ia akan mendapatkan keharuman dalam hatinya

وَلَا تُطْلِقْ لِسَانَكَ فِي كَلَامٍ ***** يَجُرُّ عَلَيْكَ أَحْقَادًا وَحُوبَا
Janganlah engkau melepas lisanmu untuk mengucapkan…
perkataan yang menjerumuskan engkau pada kedengkian dan dosa

وَلَا يَبْرَحْ لِسَانُكَ كُلَّ وَقْتٍ ***** بِذِكْرِ اللَّهِ رَيَّانًا رَطِيبَا
Hendaknya lisanmu senantiasa basah untuk berzikir kepada Allah

وَصَلِّ إذَا الدُّجَى أَرْخَى سُدُولًا ***** وَلَا تَضْجَرْ بِهِ وَتَكُنْ هَيُوبَا
Sholatlah tatkala di larut malam
Dan janganlah engkau bosan akan tetapi semangatlah

تَجِدْ أُنْسًا إذَا أُوعِيتَ قَبْرًا ***** وَفَارَقْتَ الْمُعَاشِرَ وَالنَّسِيبَا
Engkau akan mendatapi sholat malammu sebagai penghiburmu
Tatkala engkau dimasukan kuburan dan berpisah dengan kerabat dan keluarga

وَصُمْ مَا اسْتَطَعْت تَجِدْهُ رِيًّا ***** إذَا مَا قُمْتَ ظَمْآنًا سَغِيبَا
Berpuasalah semampumu, engkau akan mendapatinya sebagai penghilang dahagamu tatkala engkau dibangkitkan dalam keadaan keahuasan dan kelaparan

وَكُنْ مُتَصَدِّقًا سِرًّا وَجَهْرًا ***** وَلَا تَبْخَلْ وَكُنْ سَمْحًا وَهُوبَا
Bersedekahlah engkau baik nampak maupun diam-diam
Janganlah pelit, akan tetapi dermawanlah dan seringlah memberi

تَجِدْ مَا قَدَّمَتْهُ يَدَاكَ ظِلًّا ***** إذَا مَا اشْتَدَّ بِالنَّاسِ الْكُرُوبَا
Niscaya engkau akan mendapat kebajikan yang kau lakukan…
Sebagai naungan bagimu di hari seluruh manusia dalam keadaan genting

وَكُنْ حَسَنَ السَّجَايَا ذَا حَيَاءٍ ***** طَلِيقَ الْوَجْهِ لَا شَكِسًا غَضُوبَا
Jadilah engkau orang yang berperangai baik pemalu…
Menyebar senyum dan bukan pemarah lagi berperangai buruk

dinukil dari : http://www.facebook.com/firanda.andirja/posts/219773521449929