Senyum Dua Bocah di Negeri yang Sedang Kesakitan dan Menangis Darah


zulfickarekal, ekal, zulfickar, ekalJAKARTA (gemaislam) – Sudah lebih dari sepekan dua orang relawan misi medis dr. Muhammad Mushlih meninggalkan tanah air. Dua hari lalu, kedua relawan, Musa At Tamimi dan dr. Ahmad Sarju sempat hilang kontak dengan kantor pusat Informasi di Indonesia.

Hal itu terjadi karena Idlib, kota yang kini sedang disinggahi kedua relawan tersebut, diserang oleh tentara Basyar Al Assad, sehingga kedua relawan mencari tempat aman untuk berlindung digunung dan tidak mendapatkan jaringan internet dan telepon.

“Beberapa hari kita kehilangan kontak dengan relawan dilapangan, karena disana terjadi pertempuran sengit, Alhamdulillah sekarang sudah dapat kabar bahwa keduanya masih sehat,” kata ketua misi medis dr. Muhammad Mushlih, Fathi At Tamimi kepada gemaislam.com via jaringan selular, Ahad sore (20/7).

Meski perang masih terus berkecamuk, kini keadaan kota Idlib sudah mulai sedikit tenang dibanding beberapa hari lalu.

Musa At Tamimi, dalam rilisnya yang diterima gemaislam.com Selasa pagi (23/7) menceritakan keadaan warga Idlib yang sangat santun dan ramah dalam menyambut kedatangannya. Meski mereka hidup dalam keadaan yang sulit tetapi masih sangat menghormati tamu yang datang.

Dalam tugasnya tersebut, pria lulusan pesantren Al Irsyad Tengaran itu meneteskan air mata melihat bocah-bocah kecil yang tak mengerti apa itu kejahatan dan perang, mereka kehilangan kebahagiaan, kehilangan masa kecil yang dilalui dengan riang. Berikut penuturannya:

Hari-hari kami baru saja dimulai. Namun betapa cepatnya warga desa ini menjadi akrab dan hangat bersama kami. Setiap mata memandang kami dengan penuh penyambutan. Lambaian tangan beriring salam pasti terdengar minimalnya sekali jika berpapasan.

Subhanallah, inilah sunnah,  menyatukan hati, menumbuhkan kecintaan hanya dengan sebuah amalan yang ringan.

Kami sebagai warga Indonesia dianggap raja di sini. Tak perlu memakai mahkota ataupun dikawal pasukan bersenjata. Cukup bilang, “Assalaamualaikum”, semua orang mempersilahkan kita menjadi tamunya. Bukan macam orang-orang dinegeri kita, yang hanya sekedar basa-basi, kemudian jika ternyata ditanggapi oleh sang tamu akhirnya ngedumel dan garuk-garuk kepala. Mereka ini sungguhan, walupun tak bisa menyuguhi apa apa selain segelas air putih plus slongsong peluru sisa perang. Subhanallah.

Ini negeri Syaam, negeri yang sedang kesakitan dan menangis darah. Walau begitu mereka tersenyum, mereka sembunyikan itu semua di hadapan para tamu, macam seorang ibu yang berbohong kepada anaknya bahwa dia tidak lapar ketika melihat sisa nasi di atas meja hanya tinggal sepiring.

Ya Allah lindungilah mereka semua.

Kembalikanlah ketentraman kepada mereka.

Berkahilah makanan dan minuman mereka.

Oleh karenanya, air mata ini hampir saja tumpah tatkala kami hendak berpisah dengan dua orang bocah adik-kakak, Yaasir dan Maryam, yang sempat kami kunjungi beberapa waktu lalu.

Ayah mereka mengundang kami berbuka puasa di rumah mereka. maka keluarlah segala macam hidangan ala Suriah itu. Disajikan khusus untuk menyambut kami, tamu-tamu spesial. Selesai berbuka, maka dua bocah itulah yang menemani kami bersantai di bawah cahaya rembulan. Bercerita tentang negerinya yang indah ini. Ku hanya bisa menahan iba sambil mendengarkan kisah-kisah seru mereka.

Dalam hati ku bergumam,apa yang bisa kukatakan agar mereka senang?. Hadiah apa yang bisa kuberikan untuk senyum mereka?. Tak kuasa lagi kumenahan bintik air mata yang sudah membendung sedari tadi. Kukeluarkan hand phone android pinjaman kakakku, kubuka game angry birds, semoga mereka bisa sejenak lupa dari kisah sedih mereka.

Tak lama kemudian mereka berdua sudah tenggelam dalam asiknya game ini. Ibu mereka hanya bisa mendengar tawa mereka berdua dari balik dinding kamar di depan sana.

Ya Allah, jagalah mereka semua dengan penjagaan Mu.

Gantilah kesedihan mereka dengan kebahagiaan abadi.

Hapuslah air mata ibu mereka dengan lembutnya rahmat Mu.

(bms)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: