Bagaimana Engkau Menyia-nyiakan Amalan Paling Utama?


Sholat tiang agama

Bagaimana Engkau Menyia-nyiakan Amalan Paling Utama?

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa dia berkata, “Aku tanyakan kepada nabi صلى ا لله عليه وسلم ‘ Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah.’ Beliau menjawab, ‘Menunaikan shalat tepat pada waktu nya’.

Saudaraku  sesama muslim, bagaimana engkau  menyia-nyiakan amalan paling utama di sisi Allah dan Rasul-nya?Apa yang dapat memberikan ganti untukmu dari nya?Apa pula ruginya jika engkau berupaya keras untuk memperoleh amalan paling utama sehingga engkau mendapatkan pahala paling utama pula?Apakah Rabb-mu memberikan beban kepadamu di atas kemampuan yang engkau miliki jika dia mewajibkan shalat kepadamu agar engkau tunaikan tepat pada waktu nya?

Untuk menguatkan dan menegaskan kembali bahwa shalat merupakan amalan paling utama,perhatikanlah baik baik uraian berikut ini:

Shalat merupakan pertanda masuknya seseorang ke dalam islam. Berkenaan dengan orang-orang musyrik, Allah Ta’ala berfirman:

Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.(At-Taubah[9]:[11]

Ketika nabi صلى ا لله عليه وسلم mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum ahli kitab. Maka, hendaklah yang pertama-tama engkau serukan kepada mereka adalah agar mereka mau beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Jika mereka sudah mengenal Allah, sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka lima kali shalat dalam sehari semalam.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id ra, bahwa ada seseorang yang berkata ketika Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم sedang membagikan harta rampasan perang(ghanimah), “Ya Rasulullah, bertakwalah kepada Allah!”Beliau kemudian menjawab, “celaka kamu!Bukankah aku ini adalah penduduk bumi yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah?’ Khalid bin Walid ra kemudian berkata, “Bolehkah aku memenggal lehernya, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “ Jangan! Barangkali dia masih mau mengerjakan shalat.”

Rasulullah  صلى ا لله عليه وسلم bersabda:

بني الإسلام على خمس الأساس؛ الشهادة (شهادة) أنه لا يوجد الحق في ان يعبد إلا الله وأن محمدا رسول الله، والصلاة إنشاء والخيرية الممارسة العادية، والحج إلى البيت، وصوم رمضان

Islam itu dibangun di atas lima pondasi;syahadat(kesaksian) bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah, serta puasa ramadhan.

Beliau juga bersabda,

أدلى كل من صلاته كما نصلي، في مواجهة القبلة لدينا والنتائج ذبح اللحوم لدينا أكل ، فهومسلم.

“Barangsiapa mengerjakan shalat sebagaimana shalat kami,menghadap ke kiblat kami serta memakan daging hasil sembelihan kami,maka dia adalah seorang muslim.

Allah bahkan menamakan shalat dengan nama”iman”. Hal itu karena urgensi shalat tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

 “allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu(shalatmu).(Al-Baqarah  [2]:143)

Shalat dijadikan sebagai bukti keimanan seseorang seperti yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala, “Dan dia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al-Qur’an) dan tidak mau mengerjakan shalat.”(Al-Qiyamah [75] : 31)

Demikian juga, Allah Ta’ala menjadikan tindakan meninggalkan shalat sebagai bukti bahwa seseorang itu meninggalkan keimanan. Allah Ta’ala berfirman:

Apabila dikatakan kepada mereka, “Ruku’lah,”niscaya mereka tidak mau ruku’. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Maka kepada perkataan apakah selain Al-Qur’an ini mereka akan beriman? (Al-Mursalat [77]:48-50)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa nabi صلى ا لله عليه وسلم jika berperanag bersama kami dalam menghadapi suatu kaum, beliau tidak berperang bersama kami dalam menghadapi suatu kaum, beliau tidak berperang sampai waktu pagi tiba, lalu beliau memperhatikan. Jika mendengar adzan (dari mereka), beliau tidak jadi memerangi mereka dan jika tidak mendengar adzan, beliau pun menyerbu mereka.

“Barang siapa yang mengajak pada  kebaikan maka ia memperoleh pahala seperti orang mengerjakan kebaikan itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya.

Dan siapa yang mengajak pada keburukan,ia berdosa seperti orang yang mengerjakan dosa itu, tanpa dikurangi sedikitpun dari dosa mereka yang mencontoh nya itu.(HR.MUSLIM)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: