Archive for March, 2012

Setiap yang bernyawa pasti akan pergi


Siapa yang datang ke dunia ini pasti akan pergi.

Orang miskin meninggal,

Orang kaya pun meninggal,

Orang yang kuat pun meninggal,

Maupun orang yang lemah,

Rakyat meninggal,

Pejabat pun meninggal

Allah maha adil, dia menghidupkan manusia dan juga kelak akan di kembalikan lagi padanya. Allahu Akbar. Inna lillahi wa inna ilaihi roojiun, telah dikembalikan  kepada Allah Khodijah Baraba , beliau  ramah, baik tutur katanya semoga Allah memanggilnya dalam keadaan khusnul khotimah amin y Allah. Masukkan beliau ke dalam surgamu ya Allah amin.

Manusia datang ke dunia dengan tertib, mula mula kakeknya, lalu bapaknya, lalu anaknya, lalu cucunya. Tetapi datangnya kematian tidak harus dengan tertib, bias saja cucunya terlebih dahulu dari pada kakeknya atau anaknya lebih dulu. Seseorang sakit datang ke dokter, dokter katakana bahwa ia akan segera mati karena penyakitnya itu, maka si sakit itu pun pulang. Tapi atas kehendak Allah swt ia tidak segera mati justru dokternya itu yang lebih dulu mati. Kita ini milik Allah SWT. Maka Allah bebas mencabut nyawa kita kpan saja. Kita semua akan kembali kepada Allah. Kehidupan sebenarnya adalah kehidupan akherat. Malam berganti, bulan berganti, hari-hari semakin berlalu, semakin dekat  kita kepada kehidupan akherat. Setiap matahari terbit, maka matahari berkata wahai anak manusia beramalah kalian pada hari ini nanti akan berlalu dan tidak akan datang kedua kallinya. Carilah satu amal saja untuk hari ini teman.

 salam hangat      Zulfickar Bana’mah

Advertisements

Semangkuk Nasi Putih…!!!


Kisah Ketulusan Hati yang menggetarkan Jiwa . . .

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan . . . dia menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut . . . . “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih” . . . . Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Continue reading

Mari Berlindung dari Lima Perkara


UMAR bin Khattab pernah berkhutbah dalam suatu kesempatan di musim haji. Beliau berkata, “Wahai manusia, ingatlah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terbiasa meminta perlindungan dari lima perkara. (Beliau berdoa): ‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebakhilan dan kelemahan hati. Aku berlindung kepada-Mu dari usia yang buruk. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah isi hati. Dan, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur.” (Riwayat Ibnu Hibban.

Continue reading

Mengapa Sering Terjadi Kesalahpahaman Umat?


Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam telah memberitahukan kepada kita bahwa sepeninggal Beliau akan terjadi perbedaan dan bahkan perpecahan yang sangat banyak… Apalagi zaman sekarang, lebih banyak lagi fitnah yang timbul. Bahkan sesama teman, sahabat, sesama penuntut ilmu syar’I, sesama da’I, sesama ulama, sSesama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang rujukannya adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Sholeh.

Continue reading

Kisah Mirza dan Calon Istrinya


 

Hidayatullah.com–Saat itu, tahun 1888, Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah, berkeinginan menikah lagi. Calon yang dipilih gadis bernama Muhammadi Begum, anak dari Al-Mirza Ahmad Bek, yang merupakan putra dari bibinya. Namun tidak seperti selayaknya laki-laki yang hendak meminang, Mirza mendatangi keluarga si gadis dengan menebar ancaman sekaligus janji. Jika pihak keluarga si gadis menerima pinangannya, maka hal itu akan memberikan keberkahan yang besar, namun jika ditolak maka sesuatu yang buruk akan terjadi kepada si gadis. Jika dinikahkan dengan pemuda lain, maka suaminya itu akan mati setelah dua setengah tahun.

Continue reading

Cinta Rasulullah, Pasti Cinta Syariat


BANYAK orang sering mengklaim mencintai Rasulullah Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم). Kecintaan kepada Nabiullah, merupakan suatu hal yang harus ada dalam diri setiap muslim, karena itu adalah tanda bukti keimanannya. Mencintai dan mentaati beliau berarti mencintai dan mentaati Continue reading

Miskin atau Kaya, Yang Penting Tetap Sederhana


 

SELAIN sebagai negarawan yang cakap, Umar bin Khattab juga dikenal sebagai seorang yang zuhud. Keberhasilannya dalam mengantarkan rakyat dan bangsanya memasuki gerbang kehidupan yang lebih baik, tidak mengubah sikap dan pola hidupnya. Ia tetap Umar yang dulu, yang sederhana dan bersahaja.

Pada masa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) ummat Islam hidup selalu pas-pasan, jika tidak boleh disebut berkekurangan. Bagaimana tidak, sedang negara Madinah, yang baru saja dimerdekakan harus menghadapi berbagai berbagai rongrongan musuh yang tidak senang akan kejayaan Islam. Oleh karenanya wajar jika pembangunan fisik, kurang mendapatkan sentuhan, bahkan nyaris tidak terurus.

Continue reading