Facebooker Ahlussunnah Bersatu, Dalam 45 Hari Berhasil Kumpulkan Dana Rp. 400 Juta Untuk Suriah


Zulfickar ekal,JAKARTA (gemaislam) – Pembantaian yang telah dilakukan Bashar Al Assad kepada rakyat Suriah telah berlangsung selama lebih dari dua tahun membuat kaum muslimin dunia tergerak hatinya untuk menolong.

Di Indonesia, sejak setahun silam telah banyak lembaga-lembaga yang menggalang dana untuk membantu saudara-saudara muslim di bumi Syam tersebut. Ada KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Rakyat Palestina), HASI (Hilal Ahmar Society Indonesia), Radio Rodja Cileungsi, Peduli Muslim Yogyakarta, Yufid dan baru-baru ini ada lembaga independen misi medis dr. Muhammad Mushlih.

Banyaknya lembaga kemanusiaan asal Indonesia yang berperan aktif dalam penyaluran bantuan membuat rakyat Suriah berbahagia dan selalu mengucapkan rasa terima kasih kepada muslim Indonesia.

“Mereka sangat berterimakasih dan senantiasa berdoa kebaikan dan keselamatan untuk muslim Indonesia,” kata Ustadz Abu Saad, relawan radio Rodja saat membagikan bantuan makanan di Propinsi Idlib Suriah, sepekan lalu.

Misi Medis dr. Muhammad Mushlih

Tak seperti lembaga kemanusiaan yang lain, misi medis dr. Muhammad Mushlih terbilang unik dalam penggalangan dana dan pengiriman relawan.

Untuk penggalangan dana, misi kemanusiaan  yang didirikan pertengahan Juni 2013 lalu ini hanya mengandalkan situs jejaring sosial Facebook. Meski demikian, lembaga yang dipimpin oleh Fathi At Tamimi ini telah memberangkatkan dua orang relawan; satu dokter dan satu penerjemah plus reporter.

Misi kemanusiaan yang fokus pada penanganan medis  ini baru berumur beberapa hari, tapi dana yang telah dikumpulkan hampir mencapai setengah milyar rupiah.

“Hanya via Facebook, tanpa ketuk pintu atau proposal, misi medis dr. Muhammad Mushlih telah mengumpulkan uang lebih dari Rp. 400 juta dalam 45 hari,” kata ketua misi medis dr. Muhammad Mushlih, Fathi At Tamimi, melalui pesan singkat kepada gemaislam.com, Senin malam (29/7).

Uang tersebut, kata Fathi, terkumpul dari Facebooker Ahlussunnah Indonesia dan  yang tersebar diseluruh dunia seperti di Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Qatar, Brunei Darussalam, Arab Saudi, Singapura, Jepang, Australia, Jerman dan India.

Dalam hal pengiriman relawan, misi medis dr. Muhammad Mushlih tergolong nekat  karena tim hanya bekerja secara independen, tidak bekerjasama dengan LSM atau lembaga internasional.

“Tim kita ini tergolong nekat, kita bekerja secara independen, tidak melalui LSM Internasional yang ada di Turki atau lainnya. Kita hanya bekerjasama dengan para pejuang Suriah secara perorangan,” ujar Fathi.

Tim misi medis dr. Muhammad Mushlih bertugas di Suriah selama sebulan penuh. Rencananya dalam waktu dekat akan memberangkatkan tim kedua dan akan membeli mobil Ambulance sebagai langkah awal membuka rumah sakit lapangan yang digunakan untuk menolong korban luka akibat kekejaman tentara Syiah Bashar Al Assad. (bms)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: