Munculnya Fitnah (Pemberontakan)


candleMasa terjadinya fitnah

Fitnah mulai muncul pada tahun 34 H ketika beberapa orang bodoh dan dungu berusaha memberontak kepada ‘Utsman رضي الله عنه. Ia kemudian menangkap mereka dan mencela perbuatan mereka, kemudian melepaskan mereka (Seandainya ‘Utsman رضي الله عنه tidak melepaskan mereka (mungkin ceritanya akan lain), tetapi inilah takdir Allah سبحانه و تعالىtetapi mereka bukan orang-orang yang dapat menahan diri . orang-orang itu kemudian melakukan persiapan yang lebih besar dan melakukan pemberontakan untuk kedua kalinya tahhun 35 H, mereka datang dari kampung-kampung mereka.

Mereka pura-pura ingin melaksanakan ibadah haji, melewati Madinah Rasulullah صلى الله عليه وسلم kemudian mengepung Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan di kediamannya sampai mereka membunuhnya dalam keadaan syahid setelah pengepungan yang berlangsung 40 hari. Selama masa pengepungan itu, ia dilarang melakukan segala sesuatu, sampai-sampai ia  dilarang mengerjakan shalat di masjid.

Sebab-sebab fitnah

  • Konspirasi ‘Abdullah bin Saba (seorang Yahudi)
  • Kesejahteraan yang di capai umat Islam
  • Perbedaan karakter antara ‘Utsman dan ‘Umar Radhiyallahu Anhuma
  • Keberatan sebagian kabilah terhadap kepemimpinan Quraisy

Inilah sebab yang paling utama. Para ahli sejarah dari kalangan ulama dahulu mengakui keberadaan orang yang bernama ‘Abdullah bin Saba’. Bahkan , mereka menisbatkan sebuah golongan kepada ‘Abdullah bin Saba’ dan menamakannya as-Saba-iyyah atau as-Sabaa-iyyah. Mereka juga menisbatkan aqidah-aqidah tertentu kepada golongan ini. Abdullah bin Saba’ berasal dari Yaman. Dia  adalah seorang Yahudi yang berpura-pura menjadi Muslim, serta menganut ajaran Syi’ah yang mengkultuskan ‘Ali رضي الله عنه. Kepada orang inilah dinisbatkan kelompok as-Saba-iyyah. Kelompok ini berkeyakinan bahwa Ali adalah Rabb. Kelompok ini datang menemui ‘Ali bin Abu Thalib dan berkata padanya:”Engkaulah Dia.” ‘Ali bertanya:”Siapa yang kalian maksud Dia?”Mereka menjawab:”Engkaulah Allah.” ’Ali lantas memerintahkan bekas budaknya , Qanbara, untuk menggali lubang dan menyalakan api di dalamnya seraya berkata:

Ketika aku yakin perkara ini sebagai kemungkaran aku pun menyalakan api dan memanggil Qanbara.

Ali رضي الله عنه juga berkata:”Siapa saja yang tidak menarik kembali perkataan ini, aku akan bakar dia dengan api.” ‘Ali kemudian membakar sebagian besar mereka, namun ada yang berhasil kabur. Di antara yang berhasil kabur adalah ‘Abdullah bin Saba’ ada yang mengatakan, dia terbunuh. Hannya Allah سبحانه و تعالىyang Maha Mengetahui.

Ibnu Saba’ menampakkan aqidah-aqidah Yahudi, seperti ar-raj’ah (Nabi صلى الله عليه وسلم akan kembali lagi ke dunia), al-washi (Nabi صلى الله عليه وسلم berwasiat kekhalifahan pada ‘Ali رضي الله عنه ), dan bahwa imamah itu hanya dari satu keluarga (Ahlul Bait Nabi صلى الله عليه وسلم ). Serta paham-paham yang lainnya.

Ibnu Saba mengatakan:”Pada masa lampau ada seribu Nabi. Setiap Nabi mempunyai orang yang diberi wasiat. Dan ‘Ali adalah yang diberi wasiat oleh Nabi صلى الله عليه وسلم. Ibnu Saba mendapat respon positif dari berbagai kalangan . maka ia pun menjadikan sebagian dari mereka sebagai penyeru ajarannya, agar mereka memahami tujuannya dan mendakwahkannya. Sementara sebagian lainnya hanya membenarkan perkataannya, sehingga mereka pun mendakwahkan ajarannya tanpa ilmu.

Tuduhan terhadap ‘Utsman dan Bantahannya

Mengenai tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada pemerintahan ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه akan saya sebutkan secara global, kemudian saya akan memperincinya, insya Allah.

  1. Mengangkat keluarga menjadi para pejabat (nepotisme)
  2. Mengasingkan Abu Dzar  رضي الله عنه ke Rabadzah.
  3. Memberi Marwan bin al-Hakam seperlima dari harta ghanimah.
  4. Membakar mushaf-mushaf dan memaksa kaum Muslimin untuk merujuk kepada satu jenis mushaf saja.
  5. Memukul Ibnu Mas’ud رضي الله عنه sampai perutnya luka parah dan usus-ususnya robek, serta memukul ‘Ammar bin Yasir رضي الله عنه sampai tulang rusuknya patah.
  6. Memperluas lahan konservasi hewan ternak dan kuda.
  7. Tidak mengqashar shalat dalam perjalanan.
  8. Absen dalam Perang Badar.
  9. Lari dari musuh pada Perang Uhud.
  10. Absen dalam Bai’atur Ridhwan.
  11. Tidak mengqishash ‘Ubaidullah bin ‘Umar padahal dia telah membunuh Hurmuzan.
  12. Menambah adzan kedua dalam shalat Jum’at.
  13. Mengembalikan al-Hakam, padahal Nabi صلى الله عليه وسلم telah mengasingkannya.

Dikutip dari buku: Inilah Faktanya

www. http://al-irsyad.or.id/index.php/21-frontpage/frontpage/493-munculnya-fitnah-pemberontakan

Zulfickar

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: