SEJENAK BERSAMA IMAM BUKHORI


Shahih-Bukhari

Para pembaca yang budiman, kiranya tidak ada seorang muslim didunia ini yang belum pernah mendengar namanya. Baik laki-laki maupun perempuan, besar ataupun kecil, tua ataupun muda, pasti pernah membaca namanya. Namanya harum dan tak lekang oleh waktu, serta selalu ada dalam buku-buku yang bernafaskan keislaman. Sosok ulama yang betul-betul berjuang meninggikan agama ini dengan menjaga hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam. Yang apabila seorang muslim berpegang teguh dengan Al-Quran dan Hadits, maka ia tidak akan tersesat selamanya. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

“Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitabulloh dan Sunnah Rasul-Nya” (Hadits Shahih Lighairihi, HR Malik dan Al-Hakim).

Biografi Singkat

Beliau terlahir dengan nama Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al-Bukhori, namun beliau lebih dikenal dengan nama Imam Bukhori. Beliau lahir pada malam Jumat 13 Syawal 194 H (Al Bidayah wan Nihayah 11/30, Al-Maktabah Asy-Syaamilah).

Bukhori kecil dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab As-Siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayah Bukhori dikenal sebagai orang yang wara’ (berhati-hati) terhadap hal-hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu), apalagi terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Ayah beliau adalah seorang ulama besar dan ahli fikih bermadzhab Maliki dan ia meninggal tatkala Imam Bukhori masih kecil.

Keunggulan dan kejeniusan Bukhori sudah nampak semenjak masih kecil. Alloh menganugerahkan kepadanya hati yang cerdas, pikiran yang tajam dan daya hafalan yang sangat kuat, teristimewa dalam menghafal hadits. Ketika berusia 10 tahun, beliau sudah banyak menghafal hadits. Kemudian beliau banyak menemui para ulama dan tokoh-tokoh negerinya untuk memperoleh ilmu dan belajar hadits, bertukar pikiran dan berdiskusi dengan mereka. Dalam usia 16 tahun, ia sudah hafal kitab sunan Ibnu Mubarak dan Waki’, juga mengetahui pendapat-pendapat ahli ra’yi (penganut faham rasional), dasar-dasar dan mazhabnya. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).

Bukti Kejeniusan Imam Bukhori

Kehebatan daya hafal Imam Bukhori diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhori muda dan beberapa murid lainnya mengikuti pelajaran dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhori tidak pernah membuat catatan pelajaran. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhori diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhori meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam pelajaran dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhori ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat.

Dalam kesempatan yang lain, pernah Imam Bukhori singgah di Baghdad. Para ahli hadits yang tinggal di Baghdad berkumpul untuk menguji kepintaran dan ketahanan daya hafal Imam Bukhori. Mereka mengambil seratus buah hadits, lalu menukar-nukar sanad dan matannya. Tampillah sepuluh orang ulama, masing-masing mengajukan sepuluh pertanyaan tentang hadits yang telah diputarkan sanad dan matannya tersebut.

Orang pertama tampil mengajukan sepuluh hadits kepada Imam Bukhori, dan setiap orang itu selesai menyebutkan sebuah hadits, Imam Bukhori menjawab dengan tegas: “Saya tidak tahu hadits yang Anda sebutkan ini.” Ia tetap memberikan jawaban serupa sampai kepada penanya yang kesepuluh, yang masing-masing mengajukan sepuluh pertanyaan. Di antara hadirinyang tidak mengerti, memastikan

bahwa Imam Bukhari tidak akan mungkin mampu menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan itu, sedangkan para ulama yang mengajukan pertanyaaan tadi saling berkata diantara mereka: “Orang ini mengetahui apa yang sebenarnya.”

Setelah 10 orang ulama ini selesai mengajukan semua pertanyaannya, Imam Bukhori melihat kepada penanya yang pertama dan berkata: “Hadits pertama yang anda kemukakan sanadnya yang benar adalah begini; sedangkan pada hadits kedua sanad yang benar adalah begini, demikian seterusnya….”

Begitulah Imam Bukhori menjawab semua pertanyaan satu demi satu hingga selesai menyebutkan sepuluh hadits. Kemudian beliau menoleh kepada penanya yang kedua, hingga selesailah beliau  menjawab semua pertanyaannya. Kemudian beliau menoleh kepada penanya yang ketiga hingga sampai pada penanya yang kesepuluh. Imam Bukhori menyebutkan satu persatu hadits-hadits yang sebenarnya dengan cermat tanpa kesalahan sedikitpun dan beliau menjawab dengan jawaban yang berurutan berdasarkan pertanyaan yang diajukan. Maka para ulama Baghdad tidak dapat berkata apa-apa, selain menyatakan kekaguman mereka kepada Imam Bukhori akan kekuatan daya hafal dan kecemerlangan pikirannya, serta mengakuinya sebagai “Imam” dalam bidang hadits (Tarikh Baghdad 2/20, Al-Maktabah Asy-Syaamilah). Oleh sebab itu pantaslah jika beliau digelari dengan sebutan Amirul Mu’minin Fil Hadist (Pemimpinnya kaum mu’minin dalam bidang hadits).

Shohih Bukhori

 

Para pembaca yang budiman, banyak kitab-kitab yang telah dituliskan oleh Imam Bukhori. Tapi inilah kitab beliau yang paling terkenal. Beliau menuliskan kitab ini tak kurang dari 16 tahun. Di dalamnya beliau menuliskan lebih dari tujuh ribu hadits yang shohih. Ada kisah menarik yang melatarbelakangi penulisan kitab ini. Suatu ketika Imam Bukhori sedang duduk-duduk bersama Ishak bin Rohawayh, kemudian Ishak bin Rohawayh berkata kepada Imam Bukhori :

لَوْ جَمَعْتُمْ كِتَابًا مُخْتَصَرًا لِصَحِيْحِ سُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ

“kalau sekiranya engkau mau untuk menuliskan kitab yang ringkas yang memuat hadits-hadits shohih dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam”.

Mendengar hal tersebut Imam Bukhori berkata : “Sungguh perkataan itu telah

melekat  dihatiku dan mulailah aku mengumpulkan hadits”. (Fathul Baari 1/7, Al-Maktabah Asy-Syaamilah)

Shohih Bukhori adalah kitab rujukan yang pertama dan utama dalam bidang hadits. Hal ini dikarenakan Imam Bukhori begitu ketat dalam menyusun kitab tersebut. Imam Bukhori juga menambahkan persyaratan yang lebih ketat lagi di dalam kitabnya yaitu perowi-perowi haruslah sezaman dan betul-betul mendengar dari perawi yang diriwayatkannya. Dan para ulama telah sepakat bahwa Kitab Shohih Bukhori adalah kitab yang paling shohih setelah Al-Quran. Melalui kitab ini panji-panji sunnah menggema lebih jauh dan semakin berkibar. Imam Adz-Dzahabi berkata :

وَأمّا جَامِعَ البُخَارِي الصَّحِيْحِ ، فَأَجَلُّ كُتُبِ الإسْلَامِ وَأَفْضَلِهَا بَعْدَ كِتَابِ اللهِ تعالى ، فَلَوْ رَحَلَ الشَّخْصُ لِسِمَاعِهِ مِنْ أَلْفِ فَرْسَخٍ لَمَا ضَاعَتْ رِحْلَتُهُ

“Adapun Shohih Bukhori, maka ia adalah kitab islam yang paling agung dan mulia setelah Al-Quran. Kalau sendainya ada orang yang bepergian lebih dari seribu farsakh untuk mendengarkannya, maka sungguh kepergiannya itu tidaklah sia-sia”

Penutup

 

            Para pembaca yang budiman, demikianlah sejenak perkenalan kita dengan Imam Bukhori. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberi motivasi kepada kita untuk bisa terus mempelajari hadits-hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam dan mengamalkannya di kehidupan nyata. Wallohu Ta’ala A’lam.

Abu Faishol

 Dikutip dari : www.al-irsyad.or.id

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: