Kisah Suul Khotimah


daun layuAda kisah yang menarik untuk direnungkan bersama, khususnya kaum Muslimin. 2 tahun silam saya berada di Kanada dan tinggal beberapa lama disana, saya bertemu dengan ikhwah keturunan Arab disana, beliau seorang dokter yang sedang mengambil S2 disana, dan dia seorang muslim. Saya bertanya bagaimana pekerjaannya selama ini, beliau mengatakan bahwa dia telah menyaksikan perkara yang unik.

Saya bertanya”Seperti apa itu?”Beliau menceritakan bahwa pada saat magang, pada pagi hari tepatnya saat dia berada di rumah sakit, dia memasuki ruang perawatan, seperti biasa dia mengawali kegiatannya dengan memeriksa pasien-pasien terlebih dahulu. Memeriksa catatan medis dan analisanya, lalu sampailah giliran seorang pemuda berusia 21 tahun sedang berbaring namanya Muhammad, dari namanya kita ketahui bahwa dia seorang muslim.

Sang dokter memriksa catatan medisnya dan ternyata pemuda ini menderita penyakit HIV AIDS, sang dokter lalu mengajak berbicara sang pemuda ini, namun pemuda ini tidak sadar dan terus mengerang kesakitan, pemuda ini hanya terengah-engah menahan sakit yang menderita badannya itu. Kemudian sang dokter menghubungi pihak keluarga pemuda itu untuk menanyakan perihal pemuda ini. Ibu pemuda itu menjawab telfon sang dokter , lalu sang dokter memperkenalkan dirinya.

Dokter tersebut memberitahukan sang ibu bahwa anaknya kesakitan dan memintanya segera datang, tapi si ibu pemuda itu mengatakan bahwa dia sibuk dan akan datang setelah bekerja.  Sang dokter tetap memintanya untuk cepat datang ke rumah sakit tersebut, saat mengobrol di telepon tiba-tiba alarm yang terpasang di tubuh pasien berbunyi. Sang dokter berkata jika ibu datang setelah ibu selesai bekerja maka itu sangat terlambat, selang bebrapa waktu setelah telfon di tutup dengan bergegas sang ibu beranjak menuju rumah sakit dengan terburu-buru. Detak jantung, nafas dan tekanan darahnya anjlok, pemuda itu sedang sekarat. Sang dokter berusaha menyelamatkannya, sesaat kemudian ibu pemuda itu datang lalu ,

dokter menanyakan nama anaknya, lalu sang ibu menjawab: ”Muhammad” ,

dokter menanyakan berapa usianya: sang ibu menjawab”21”,

dokter berkata: apakah Muhammad rajin mengerjakan Shalat?”

sang ibu menjawab:”Tidak”.

Ibu berkata: Dulu ia berniat haji dan bertaubat ketika sudah tua nanti,

Setan menjebak manusia dengan cara seperti ini pada semua orang, dan setan berbisik agar mereka melakukan apa saja dan bertaubat belakangan. Hal yang sama menimpa pemuda ini.

Lalu, dokter bertanya: “Apakah Muhammad punya hafalan Qur’an?

Sang ibu menjawab:”Tidak!

Lalu alarm berbunyi semakin keras!!!

Dokter dan para perawat panik, lalu dokter tersebut membimbingnya menyebut”Laa ilaaha illallaah”!

Tapi pemuda itu hanya mengerang , dan dokter mengulangi perkataan tadi pada si pemuda itu, dan dokter mulai menangis sembari mendesak si pemuda itu untuk mengucapkan ”Laa ilaaha illallaah”

Tidak ada lagi cara, dokter, medis, oobat-obatan sudah tidak ada gunanya lagi, inilah saatnya untuk mengucapkan kalimat tersebut. Dokter terus mengulanginya, tapi.. si pemuda hanya berkata “Ah”,

Kemudian dia berhenti mengerang seakan-akan ingin mengucapkan sesuatu, dokter menyangka ia akan mengeluarkan kalimat tauhid, tapi ternyata yang keluar dari mulutnya ialah perkataan Aku tidak bisa… “Aku tidak bisa..  aku butuh kekasihku, aku butuh kekasihku..”  ia menyebut seorang wanita teman kumpul kebo-nya. Sang dokter bercerita bahwa ia menangis dan terus memaksa agar si pemuda itu mengucapkan kalimat tauhid. Tapi si pemuda hanya berkata “Aku butuh kekasihku”. Ibu pemuda itu menangis, tekanan darah merosot, nadi terhenti,  seluruh peralatan stop, dan pemuda tersebut menampakkan tanda-tanda kematiannya. Para perawat terkejut melihat sebuah kejadian ini.

Si pemuda telah wafat, usia muda dan hartanya tidak berguna lagi. Kesenangan dunia dan uang yang ia miliki tidak dapat menyelamatkannya dari sakaratul maut. Tidak ada yang ia bawa di akhirat kelak, melainkan penyesalan bahwa dia telah menyiakan hidupnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfriman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ‌ اللَّـهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُ‌ونَ ﴿٩

Artinya: Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi.

Semoga bermanfaat.

Diambil dari kisah : Syaikh Al-Arifi (Kisah-kisah Suul Khotimah)

Ditulis oleh: Zulfickar

 

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: