Juraij Sang Ahli Ibadah


juraij 7 ibuDikutip dari: www.al-irsyad.or.id

Dahulu, hidup seorang ahli ibadah yang sholih. Namanya Juraij, ia mempunyai sebuah rumah ibadah. Ia senantiasa beribadah di sana.

Suatu hari, Ibu Juraij datang memanggilnya. Saat itu, dia sedang sholat.”Ya Juraij!”Juraij menjadi bimbang, antara menjawab panggilan ibunya atau meneruskan sholat. Akhirnya ia meneruskan sholatnya. Keesokan harinya ibunya datang memanggilnya lagi. Juraij tetap tidak menyahut. Sampai keesokan harinya, hal itu terulang kembali. Akhirnya marahlah sang ibu. Didoakannya Juraij agar Allah tidak mewafatkannya, sampai bertemu dengan seorang pelacur.

Juraij memang terkenal sebagai ahli ibadah di kalangan Bani Isroil. Hingga ada seorang pelacur, yang terkenal dengan kecantikannya. Pelacur itu berkata kepada orang-orang.”Jika kalian mau, aku dapat menggoda Juraij.”Wanita pelacur itu kemudian datang dan menggoda Juraij.

Namun Juraij tidak mau memandangnya, pelacur itu gagal dan merasa jengkel. Maka ia berzina dengan seorang penggembala. Pelacur tersebut kemudian hamil. Setelah anaknya lahir, pelacur tersebut berkata,”Ini adalah anak Juraij.”Maka orang-orang yang mendengarnya marah. Mereka segera ke rumah ibadah Juraij. Kemudian mereka menghancurkannya. Mereka lalu memukul Juraij.”Mengapa kalian melakukan hal ini?”Tanya Juraij.”Karena engkau telah menzinai pelacur ini, dan ia melahirkan anak karenamu,”jawab mereka.”Mana bayi itu?”Tanya Juraij. Maka bayi itu didatangkan. Kemudian Juraij sholat dan setelah sholat dia mendekati bayi tersebut. Ia menekan perut bayi itu dengan jari sambil bertanya,”Wahai bayi, siapa ayahmu?”Sang bayi tiba-tiba menjawab,”Fulan sang penggembala.”

Maka orang-orang pun mengetahui bahwa Juraij tidak bersalah. Mereka memeluk Juraij, dan janji membangun kembali rumah ibadah Juraij dari emas. Namun ia menolak, ia ingin dibangun kembali seperti sediakala.

Nah Bunayya, simaklah kisah Juraij di atas, ia mendapat cobaan karena doa ibunya yang merasa diabaikan. Maka hati-hatilah dalam bersikap terhadap ibu kalian. Patuhilah perintah Ummi (Ibu) selama bukan maksiat. Itu lebih baik dari pada engkau banyak beribadah sunnah dan fardhu kifayah, tapi mengabaikanny!(ZE)

(Sumber : Riyadhush Sholihin, dari hadits Abu Hurairoh yang diriwayatkan Al-Bukhori dan Muslim)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: