Ucapkan Selamat Natal atau TIDAK?


natalA : “Bagaimana Natalmu?”

B : “Baik, kau tidak mengucapkan “Selamat Natal” padaku?”
A : “Tidak. Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk kepada agamamu. Tapi masalah ini, agamaku melarangnya.”
B : “Tapi kenapa? Bukankah hanya sekedar kata-kata?! Teman Muslimku yang lain mengucapkannya padaku.”
A : “Mungkin mereka belum mengetahuinya. Oya, bisakah kau mengucapkan dua kalimat syahadat?!”

B : “Oh tidak. Aku tidak bisa mengucapkannya. Itu akan mengganggu kepercayaanku.”
A : “Kenapa? Bukankah itu hanya kata-kata?! Ayo, ucapkanlah.”
B : “Baiklah, sekarang aku mengerti…”

Kebersamaan bukan harus sama🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: