TANGANNYA LUMPUH.. balasan si anak durhaka


Ada seorang anak durhaka yang memiliki istri yang sangat zholim lagi tak ada kebaikan padanya. Anak durhaka itu senantiasa dinasihati oleh ibunya, namun ia tak pernah memperdulikannya, lantaran pengaruh istrinya itu. Istrinya adalah seorang wanita yang bukan berasal dari kampungnya. Perselisihan antara anak dan ibunya sering terjadi sehingga sampai klimaksnya, maka sang anak bermaksud membunuh ibunya atas inisiatif istrinya. Dia berkata kepada ibunya, “maukah ibu pergi berjalan-jalan bersamaku?”. Ibunya menyangka bahwa anaknya telah berubah menjadi anak yang berbakti. Maka, dengan sangat gembira ia merespon, “Ya, wahai anakku, aku akan berjalan-jalan bersamamu. Semoga Alloh Subhanahu wa Taala meridhoi dan memberi taufik kepadamu menuju kebaikan”.

sang anak berlalu dan mengendarai mobilnya diiringi sang ibu naik bersamanya keluar menuju padang pasir, padahal anaknya berniat jahat kepadanya. Sang ibu menangis terharu lantaran begitu bahagia, karena sang anak telah menjadi anak yang berbakti dan mengajaknya berjalan- jalan bersama. Mobil berjalan melintasi jalan umum, namun tiba-tiba anaknya keluar dari garis pemabatas jalan dan menyusuri padang pasir, hingga mencapai gundukan pasir dan tempat yang sepi. Lalu, ia menghentikan mobilnya seraya berkata kepada ibunya, “Turun…..!!!!!” Ibu yang sholihah itu bertanya kepadanya, “ Apakah kita telah sampai di tempat Fulan yang mengundang kita?” Anak itu menjawab,” Tak ada seorang pun yang mengundang kita. Sebenarnya aku ingin membunuhmu, karena engkau selalu merusak ketenangan hidupku bersama istriku!!!!!…”.
Mendengar perkataan anaknya itu, lalu sang ibu menangis sambil berkata, “ Biarkanlah aku tinggal di rumah sendirian”. Sang anak berkata, “Kalau aku berbuat itu, maka orang-orang tentu mencelaku. Akan tetapi, kalau aku membunuhmu di sini, maka tak ada satupun yang mengetahuinya’. Maka, ibunya menanggapi, “Alloh Subhanahu wa Taala pasti mengetahui urusanmu dan membalas perbuatanmu juga istrimu “. Namun anak itu justru menjawab dengan nada mengejek dan sombong, “Maksudmu Alloh Subhanahu wa Taala akan menyelamatkanmu dari genggaman tanganku”. Sang ibu pun berteriak, “Aku tak akan takut mati selagi engkau masih bersikukuh dengan sikapmu, sebab Alloh Subhanahu wa Taala Subhanahu Wa Ta’ala berfiman, ”… Apabila telah tiba saat kebinasaan mereka,mereka tidak kuasa menundanya sekejap pun dan tidak mampu memajukan” (Al-A’rof [7] : 34).

Kemudian anak itu semakin semangat ingin membunuh ibunya, namun ibunya berkata kepadanya, “Berilah aku waktu untuk melaksanakan sholat dua rakaat. Apabila aku telah sampai pada duduk tasyahud dan telah selesai tasyahud, maka bunuhlah jika engkau mau, sebab aku tak ingin melihat membunuhku”.

Demikianlah yang terjadi, lalu sang ibu menghadap ke kiblat seraya berkata penuh keyakinan kepada Alloh Subhanahu wa Taala, “Alloh Subhanahu wa Taalau Akbar”. Ia memulai sholatnya dengan amat khusyu, sementara anaknya diam menunggu. Namun Alloh Subhanahu wa Taala mengetahui batin seorang dan hal-hal yang rahasia dia juga akan menolong hamba-Nya yang dizholimi, dan apabila Dia hendak melakukan sesuatu cukuplah mengatakan,”Jadilah”, maka akan terjadilah.

Ketika sampai pada posisi tasyahud, tiba-tiba kedua mata anaknya memerah, dan seluruh tubuhnya gemetar. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, tak terlihat seorang pun yang datang. Lau ia mengangkat sebuah batu dari arah belakang ibunya untuk ditimpakan ke kepala ibunya. Namun, ulahnya justru mengakibatkan satu tangannya patah menjadi dua bagian. Sang ibu mendengar anaknya menjerit, lalu ia menoleh ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi???

Ibunya melihat anaknya terbenam ke bumi, kedua kakinya tertanam ke dalam tanah, dan tubuhnya yang lain berada di atas. Sementara tangan yang dipakai mengakat batu itu lumpuh tidak bisa bergerak. Sang menangisi anak satu-satunya itu, seraya mengucapkan “Anakku, sayangku..! Aku tak punya anak lagi selain dia. Ya Alloh Subhanahu wa Taala, apa yang menimpamu, nak?” . Kemudian dengan penuh kasih sayang, sang ibu dengan kedua tangannya yang lemah menarik anaknya dari dalam tanah, seraya berkata, “Duhai, sekiranya aku saja yang mati daripada menyaksikan dirimu mengalami kejadian yang menyedihkan ini, hai anakku”.

Alloh Subhanahu wa Taala Yang Maha Esa lagi Maha Berkuasa telah membalas kejahatan anak durhaka itu.

http://cumeonabawikamilan.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: