Mencintai Rosululloh


Diantara perkara yang wajib kita imani adalah  meyakini Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rosul terakhir, Alloh Ta’alaberfirman :

ماَ كاَنَ مُحَمدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُوْلَ اللهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّيْنَ

“Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang diantara kamu, tetapi dia adalah utusan Alloh dan penutup para Nabi” (Qs. Al-Ahzab: 40)

Kitapun ditintut untuk mencintai beliau diatas kecintaan terhadap makhluk yang lainnya, itulah sikap seorang muslim terhadap Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits :

لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَواَلِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dia cintai daripada anaknya, orang tuanya bahkan seluruh manusia.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Film Penghinaan Kepada Rosul

Ketika umat Islam dituntut untuk betul-betul mencintai Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, orang-orang diluar Islam justru berupaya sekuat tenaga menjatuhkan nama beliau. Sepekan terakhir ini, dunia dikejutkan dengan munculnya film provokatif bernada pelecehan dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Film garapan sutradara Amerika keturunan Yahudi Israel tersebut telah membangkitkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Betapa tidak, dalam film murahan tersebut Nabi Muhammad yang mulia digambarkan dengan gambaran yang hina dan begitu menjijikkan.

Diantara penghinaan yang ada dalam film tersebut adalah bahwa Rosululloh digambarkan sebagai orang yang haus terhadap perempuan, pedofilia dan kejam lantaran suka membunuh. Disamping itu gambaran Nabi Muhammad yang bodoh serta bisa diatur-atur dengan mudah oleh para istrinya juga dimunculkan.

Ketika Nabi Muhammad dilecehkan seperti itu, wajar jikalau umat Islam dilanda kemarahan luar biasa. Tetapi, berteriak dan berbuat ekstrem dengan merusakkan hak milik orang lain atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain juga bukan merupakan tanda kecintaan yang benar terhadap Nabi Muhammad. Mufti Sudi Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh hafidhohulloh bahkan mengatakan hendaknya seorang muslim tidak melakukan tindakan merusak dan ekstrem, karena justru akan menimbulkan kesan jelek terhadap Islam.

Lantas bagaimana cara menunjukkan kecintaan yang hakiki terhadap Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam?. Rosululloh sendiri yang telah menerangkan caranya.

Pertama : Berhukum dengan ajaran Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam

Alloh Ta’ala berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka merima dengan sepenuhnya ( QS. Annisa : 65 )

Kedua : Membenarkan segala yang datang dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam

Segala yang diucapkan Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam  adalah merupakan kebenaran mutlak dan sangat terlarang bagi kita untuk menolaknya, karena sesungguhnya apa yang diucapkan beliau adalah tidak lain merupakan wah

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Tidaklah dia (Muhammad ) mengucapkan menurut hawa nafsunya, melainkan adalah wahyu yang diwahyukan” ( QS. An-Najm : 4-5 ).

Ketiga: Mengikuti dan berpegang teguh kepada petunjuknya shollallahu ‘alaihi wasallam

Allah Ta’ala menjelaskan dalam firman-Nya:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah! (hai Muhammad kepada mereka) jika kalian mencintai Alloh maka ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian” (QS Ali-‘Imron : 31)

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam  juga bersabda :

عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِالْخُلَفَاءِ الرَّاشِديْنَ

“Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah khulafa’urrosyidin” ( HR. At-Tirmidzi )

Keempat : Beradab disisi Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam

Nabi sholllallahu ‘alaihi wasallam  adalah manusia yang sangat mulia, sehingga kita diwajibkan untuk beradab terhadap beliau. Para sahabat Nabipun dahulu pernah ditegur  oleh Allah ta’ala ketika berbicara terlalu keras dihadapan Nabi Shollallahu ‘Alaihi wasallam. Dan diantara adab yang mesti kita lakukan sekarang adalah mengucapkan sholawat ketika mendengar nama beliau di sebut. Rosululloh  bersabda yang artinya : “orang yang paling kikir adalah orang yang apabila disebut namaku disisinya kemudian dia tidak bersholawat kepadaku” ( HR Muslim)

Kelima : Mendahulukan dan mengutamakan beliau dari siapapun

Diantara bentuk mendahulukan dan mengutamakan beliau dari siapapun adalah yaitu jika ada pendapat orang yang menjadi rujukannya bertentangan dengan hadits Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam maka wajib untuk mebuang jauh-jauh pendapat orang tersebut dan wajib mengikuti hadits dan petunjuk Nabi, karena tidaklah ada syariat melainkan datangnya dari Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam. Dan hal tersebut berlaku kepada siapapun tanpa memandang apakah perkataan tersebut berasal dari perkataan orang yang dianggap alim, pejabat, tokoh masyarakat, dll.

Keenam : Membela dan menyebarkan ajaran Nabi Shollallahu ‘Alaihi wasallam

Karena ajaran ini adalah kebenaran maka sudah sepatutnya bagi kita untuk membelanya dan mengajarkannya kepada yang lain, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam  bersabda yang artinya : “sampaikan dariku walaupun satu ayat saja”.

Penutup

Sudah semestinya kita berjalan diatas petunjuknya dengan tidak melakukan amalan-amalan yang mengatas-namakan kecintaan kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam  tapi hakikatnya jauh dari petunjuk dan hidayah Allah Ta’ala. Adapun penghinaan terhadap Rosululloh sejatinya tidak akan mengurangi sedikitpun kemuliaan yang beliau miliki karena Alloh telah berfirman yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus (dari  rahmat Alloh) “ (QS Al-Kautsar : 3)

(arc/bms)

(gemaislam)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: