UMAT ISLAM! KEMBALILAH KEPADA DINAR DAN DIRHAM


                                                   Ditulis oleh : Ustadz Yusuf Utsman Baisa

 dinukil dari: www.al-irsyad.or.id

Penggunaan uang kartel pada saat ini merupakan kesalahan yang bisa mendatangkan kerugian terhadap umat manusia di dunia secara umum dan umat Islam secara khusus.

Pernyataan ini bukan sekedar menakut-nakuti, tapi sebuah peringatan serius yang memiliki dasar pembahasan yang ilmiah yang tidak sulit untuk dinalar dan dibuktikan kebenarannya.

“Uang Kartel” adalah adalah wujud uang yang diberi nilai oleh penerbitnya secara sepihak, padahal nilai materi bahan uang tersebut tidak sepadan dengan nilai intrinsiknya, akibatnya kalau penerbitnya mengalami kebangkrutan nilai uang tersebut bisa susut atau bisa jadi tidak berlaku sama sekali.

Kita melihat diantara aturan Bank Dunia yang tidak digubris oleh banyak negara adalah aturan tentang kewajiban setiap negara yang akan menerbitkan uang kartel agar menyimpan emas senilai uang kartel yang akan dicetaknya. Mereka berpindah kepada Dolar Amerika yang mereka anggap uang internasional terkuat di dunia pada saat ini untuk berposisi  menggantikan emas, dengan anggapan jumlah emas dunia pada saat ini sudah tidak lagi memadai dibanding dengan total nilai uang yang ditransaksikan secara internasional.

Anehnya semenjak “Dolar Amerika” lahir bersamaan dengan lahirnya Negara Amerika tidak pernah ada emas -senilai dolar yang diterbitkan- disimpan sebagai jaminannya hingga sekarang, namun dalam perkem- bangannya dolar terus menguat menjadi uang internasional dan terus menjadi sandaran kebanyakan negara di dunia saat menerbitkan uang mereka, termasuk kebanyakan negara-negara Islam.

Padahal jika kita bayangkan apa yang akan terjadi kalau seluruh negara di dunia pada saat mereka secara bersama-sama serentak mengembalikan Dolar Amerika dan menuntut agar uang negara mereka dikembalikan, maka sudah bisa diperkirakan bahwa Amerika akan mengalami RUSH, apalagi kekayaan lancar negara itu terus mengalami penyusutan dikerokoti oleh peperangan peperangan yang mereka lakukan, biaya pertahanan yang terus mereka keluarkan dan biaya hidup tinggi yang menjadi gaya mereka.

Apalagi saat kita mempelajari sejarah gelap “dolar amerika” mulai diterbitkan Bank Federal Reserve yang sulit dipisahkan dari kepentingan Yahudi, hutang berbagai negara dunia kepada amerika selepas perang dunia kedua, Amerika menarik emas dan uang yang memiliki sandaran kepada emas dari rakyatnya sendri pada saat Roosevelt menjadi Presiden dan krisis ekonomi yang terus mendera Amerika pada saat ini, semua ini mestinya sudah cukup menjadi peringatan akan adanya bahaya bagi negara yang bersandar kepada dolar Amerika.

Sudah saatnya bagi negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI untuk memiliki uang bersama yang memiliki nilai intrinsik yang sepadan dengan nilai materi bahannya dan atau uang kartel dinar dan dirham yang nilainya selalu sepadan dengan dengan nilai emas dan perak, sehingga setiap saat pemegangnya bisa menggunakan dan menukarkannya dengan rasa aman dari ancaman depresiasi yang merugikan.

Sudah saatnya negara-negara Islam membangun kekuatan ekonomi bersama dalam wujud sebuah koloni yang kuat, saling membantu dan bekerjasama, tidak mudah dipecah-belah dan diadu-domba. Keputusan mereka dihargai dan dilaksanakan serta direalisasikan, bukan cuma omong kosong yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Setelah bangunan ekonomi bersama terwujud hendaknya mereka membangun kekuatan militer bersama untuk menjadi persatuan dan kesatuan yang berwibawa dan disegani oleh segenap negara dunia.

Ingat jumlah muslimin didunia pada saat ini lebih dari seperempat penduduk bumi ini, mereka hampir menyentuh angka dua miliar, tentunya angka ini sangatlah diperhitungkan oleh kita bersama dan juga oleh kawan dan lawan.

Sementara ungkapan demokrasi, kemanusiaan dan pluralisme yang yang pada saat ini menjadi alasan untuk mengintervensi negara orang pada saatnya nanti hanya akan jadi alasan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan umat Islam, karena pada dasarnya kita tidak melihat adanya komitmen dan konsistensi pada negara yang mengung- kapkannya, bahkan yang sering dipertontonkan oleh mereka justru sikap yang menujukkan adanya “standar ganda” sesuai dengan kepentingan politik semata-mata.

Pada akhirnya ajakan dan jeritan yang mesti kita dengungkan bersama pada saat ini adalah : “Wahai Umat Islam bersatulah kalian dalam Dinar dan Dirham yang pernah berlaku di zaman Nabi Kalian dan telah terbukti efektifitasnya dan ketahanannya serta janganlah terkecoh dengan tipu daya musuh-musuh Islam”

 

 

 

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: