KIAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN HAFALAN


 Ditulis oleh : Yusuf Utsman Baisa

Situs Resmi DPP Perhimpunan Al-Irsyad

www.al-irsyad.or.id

Fb: Perhimpunan Al-Irsyad

Menghafal adalah suatu keterampilan fisik manusia yang selalu dilakukan oleh manusia dengan sadar atau tanpa sadar, secara otomatis ataupun dibawah kendali kesadarannya.

Kata “menghafal” maknanya dalam bahasa arab : “hafizho- yahfazhu-hifzhon” dan dalam bahasa inggris : “memory, know by heart” yang artinya : mengetahui dan menyimpan pengetahuan dengan menggunakan jiwa.

Dalam penggunaannya secara istilah “menghafal” adalah : “proses mengidentifikasi atau memberi tanda pembeda atas setiap data yang akan disimpan didalam jiwa”.

Tanda pembeda yang biasa digunakan oleh jiwa saat menghafal suatu data diantaranya : huruf, angka, letak, ruang, rupa, bentuk, warna, gambar,suara, gerakan dan setiap sesuatu yang membedakannya dari yang lainnya.

Proses kerja seseorang yang sedang menghafal adalah seperti orang yang sedang menginventarisir (menyimpan) barang-barang kedalam gudang, walaupun jumlahnya banyak dan jenisnya beraneka-ragam tetap saja setiap barang itu bisa diambil dengan mudah karena telah memiliki tanda yang jelas dan terbedakan dari barang lainnya.

Proses identifikasi yang dilakukan oleh orang yang sedang menghafal adalah berupa : pengulangan atas penglihatan, pendengaran, pengucapan, penciuman, perasaan dan peneraan lainnya sehingga terasakan beda antara sesuatu yang sedang ditera dengan apa-yang telah diingat didalam jiwa, karena terbedakan oleh tanda- tanda yang membedakannya.

Semakin jelas perbedaannya semakin mudah bagi ingatan untuk memanggilnya kembali, begitu pula sebaliknya semakin samar perbedaannya semakin kuat keraguan saat ingatan memanggil apa yang telah ada didalam jiwa.

Dari bahasan ini jadi jelas keterkaitan antara “ingatan” dengan jelasnya “tanda” yang diberikan saat menghafalkan suatu “data”.

Untuk itu terbukalah sebuah kesempatan untuk memperkuat “daya ingat” kita dalam menghafalkan setiap data, yaitu dengan cara memperkuat tanda pembeda antara data yang sedang kita hafal dengan data-data yang telah ada di benak ingatan kita.

Diantara cara yang ampuh dalam memberikan tanda pembeda yang kuat pada suatu data yang sedang kita hafalkan adalah dengan langkah-langkah berikut ini :

1. Mengulang hafalan sesering mungkin, agar secara otomatis akal fikiran kita menangkap tanda-tada pembeda.

2. Jika suatu data berupa rangkaian kata yang terasa panjang maka penggallah dalam patahan kata-kata yang terasa lebih mudah dihafalkan.

3. Jika didapati beberapa data yang sama, serupa atau mambingungkan, maka munculkan data-data itu dan

perbandingkan satu data dengan lainnya, kemudian beri tanda pada setiap data sambil mengucapkan : “kalau

yang ini tandanya begini (sebut apa wujudnya) sedangkan yang ini tandanya begini (sebut pula apa wujudnya)”.

Ingat ! ucapan yang terdengar oleh telinga kita akan ikut membantu ingatan kita dalam menghafal.

4. Jika masih didapati pula kebingungan maka tulislah apa yang membingungkan kita dengan hafalan yang masih

terrbata-bata sekalipun. Ingat ! kemampuan kita menuliskan apa yang kita hafal sangat membantu ingatan

dalam mengingatnya kembali.

5. Jika masih didapati pula kebingungan maka buatlah pertanyaan tentang apakah yang membedakan antara data

ini dengan data itu? kemudian arahkan pertanyaan itu kepada orang yang punya perhatian terhadap hal yang

sedang kita hafalkan, kalau dia tidak mampu menjawab, maka kita yang menjawab. Ingat! kemampuan kita

dalam menjawab pertanyaan menambahkan kita beberapa tanda baru yang semakin mendukung tanda-tanda

yang telah kita rekam diantaranya : suara, gerakan, ruangan dan lain-lainnya.

6. Jika masih tersisa pula kebingungan maka bertanya dan berdiskusilah dengan orang yang kita nilai menguasai

tentang perbedaan antara beberapa hal yang membuat kita bingung, maka saat dia menjawab dan memapar-

kan perbedaannya kita perhatikan gerakannya, mimiknya, suaranya, tulisannya, alat peraganya dan lain-lainnya

yang akan menjadi tanda baru yang akan menguatkan hafalan kita.

dinukil dari : www.al-irsyad.or.id

    • yogi
    • August 29th, 2012

    Bagaimana jika yang kita hafal adalah berupa angka??

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: