KIAT DALAM MENGHIDUPKAN KESADARAN


KIAT DALAM MENGHIDUPKAN KESADARAN

                Oleh : Yusuf Utsman Baisa

               www.al-irsyad.or.id

     Kesadaran adalah sebuah dorongan kuat didalam jiwa manusia untuk mau melakukan sesuatu yang baik, benar dan bermanfaat.

Besar-kecilnya dan kuat-lemahnya kesadaran terhadap suatu masalah sangat bergantung pada tingkat pengetahuan tentang masalah tersebut pada diri orang yang menghadapi masalah.

Kesadaran pada diri seseorang bisa meningkat atau menurun bergantung kepada tingkat kuatnya keyakinan seseorang dalam menilai permasalahan yang dihadapinya, jika dia menganggapnya perlu dan penting maka dia bersemangat dan kesadarannya menguat.

Sebaliknya jika dia meremehkan masalah yang dihadapinya dan menganggapnya bukan hal yang perlu dan penting maka kesadarannya pun melemah.

Kesadaran juga perlu pupuk dan perawatan untuk menyuburkannya dan kesadaran pun bisa mati karena tidak dirawat atau diletakkan di tempat yang kering dan keras.

Pupuk kesadaran adalah kepedulian yang mampu memicu perasaan terhadap keadaan di sekitar seseorang, sehingga semakin kuat dorongan pada diri orang itu untuk berubah, merubah dan berbuat.

Media tempat hidup kesadaran adalah lingkungan tempat hidupnya interaksi sosial seseorang dengan orang di sekitarnya.

Lingkungan yang subur adalah lingkungan yang penuh dengan kerjasama yang erat dan selalu siap untuk menegur orang yang salah dan mengingatkan orang yang lupa.

Sebaliknya media yang kering dan keras adalah lingkungan yang dipenuhi dengan kelalaian dan sikap egoistis yang selalu memandang kepada teguran dan peringatan adalah sikap sok suci dan turut campur urusan orang.

“Kesadaran” dalam bahasa arab adalah : “alwai’e” dan dalam bahasa inggris adalah “aware” dan “conscius” yang maknanya adalah memahami dan mengerti tentang perlunya sesuatu mendapat tanggapan dan kepedulian.

Dalam prakteknya “kesadaran” adalah : “sikap didalam jiwa seseorang yang muncul karena keyakinan orang itu dalam menanggapi sesuatu yang dinilainya harus diperhatikan karena diyakini baik, benar dan bermanfaat, atau sebaliknya harus ditinggalkan karena diyakini buruk, salah dan berbahaya”.

Pada umumnya kesadaran itu bisa mati disebabkan :

1. Seseorang tidak peduli kepada masalah yang dihadapinya karena tidak tahu adanya masalah itu.

2. Seseorang tahu akan adanya masalah itu tapi menganggapnya tidak perlu diperhatikan.

3. Seseorang tahu adanya masalah yang perlu diperhatikan tapi terdesak oleh masalah lain yang dianggapnya lebih perlu diperhatikan.

Untuk itu menghidupkan kesadaran seseorang bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut :

1. Orang yang tidak memiliki kesadaran terhadap suatu masalah perlu dibangkitkan kesadarannya dengan diyakinkan tentang keadaan yang sesungguhnya pada sesuatu tersebut, sehingga menyadarinya, peduli dan mau menanggapinya.

2. Orang yang tahu akan adanya masalah tapi menganggapnya tidak perlu diperhatikan, disadarkan dengan diajak dialog sampai yakin betul tentang keadaan sesungguhnya pada sesuatu tersebut sehingga tidak mengenyampingkannya.

3. Orang yang tahu adanya masalah yang perlu diperhatikan tapi terdesak oleh masalah lain yang diaggapnya lebih perlu diperhatikan, maka diajak dialog untuk diyakinkan akan perlunya bagi tugas agar semua masalah bisa mendapatkan porsi perhatian yang cukup.

Inti dari kerja kita dalam menghidupkan kesadaran orang adalah adanya dialog dalam rangka meyakinkannya tentang perlunya memperhatikan suatu masalah yang semestinya disadari, dipedulikan dan ditanggapi.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: