FENOMENA ARAB SPRING


Oleh: Yusuf Utsman Baisa

 www.al-irsyad.or.id

        Perkembangan situasi politik dunia pada saat ini memberikan harapan baru bagi dinamika kehidupan umat Islam dimasa yang akan datang. Hal ini terpahami dari gejolak reformasi yang sedang marak terjadi terutama di timur tengah sebagai basis dakwah Islam dan pusat kebudayaan muslimin.

 

            Kejadian Arab spring yang awalnya mengarah kapada perubahan peta politik di kawasan timur tengah dengan gugurnya para pemipin arab yang mengusung gaya diktator dalam mengelola kekuasaannya, mulai menampakkan kilas balik yang terkesan menguntungkan israel yaitu rontoknya kekuatan militer negara- negara arab yang dinilai menjadi ganjalan kuat terhadap perkembangan israel dalam menundukkan Palestina.

            Akibatnya untuk bisa maju berkembang, banyak dari negara tersebut yang harus memulainya dari “zero” dalam menata kehidupan sosial yang telah banyak mengalami kemelut internal dan mengelola ekonomi negara yang telah jatuh terpuruk serta memulai lagi membina kekuatan militer yang porak poranda oleh keributan internal mereka.

            Fenomena arab spring pada saat ini memberikan harapan baru berupa masa depan semakin terbuka untuk umat Islam, hal ini terasakan dari munculnya tokoh – tokoh Islam menjadi para pemuka di negeri mereka, ditambah lagi semakin jelasnya dukungan umat Islam terhadap arus Islam yang mulai menyeruak ke permukaan.

            Berikutnya yang menjadi tugas berat buat umat ini adalah bagaimana mereka menggalang persatuan dan kesatuan Ahlussunnah wal Jamaah di seantero bumi ini dengan berpegang kuat kepada manhaj Assalafussholih dalam kondisi dimana situasi sosial, kekuatan ekonomi dan ketahanan milter mereka dalam keadaan terpuruk, walhasil mereka harus kerja keras “from zero to hero”.

            ada beberapa keadaan diluar kejadian arab spring dan berkaitan langsung dengannya, bahkan telah mendahuluinya namun memiliki arti pendukung dalam memudahkan terjadinya arab spring, yaitu:

* Kasus meledaknya WTC yang dieksploitasi secara berlebihan untuk jadi alasan pembenaran oleh Amerika dan Eropa dalam mendeskriditkan muslimin bahkan negara yang mereka anggap memiliki kaitan dengan terorisme untuk mereka bumi hanguskan.

* Dengan alasan itu pula mereka mengaitkan Islam dengan terorisme yang akibatnya menimbulkan cemoohan dari bangsa mereka sendiri dan membakar semangat mereka untuk mengenali Islam dari sumbernya bukan dari paparan para tokoh barat yang penuh dengan stigma dan dusta terhadap wajah Islam yang sesungguhnya.

* akibatnya dalam tempo satu dasa warsa saja sudah cukup untuk menjadikan jutaan orang Eropa dan Amerika untuk masuk Islam.

* Akiibat itu pula menyebabkan para investor timur tengah hengkang meninggalkan Eropa dan Amerika dan memindahkan investasi mereka ke negara-negara Asia.

* Pada tahun 2008 terjadi turbulensi ekonomi di Amerika Serikat, kemudian berselang dua tahun  setelah itu terjadi pula hal yang serupa di berbagai negara Eropa yang membuat perekonomian mereka goncang bahkan sebagian mereka terpuruk.

            Akumulasi dari berbagai kejadian tersebut telah turut mendukung dan memudahkan terjadinya arab spring, namun pemicu yang paling menentukan justru situasi dan kondisi yang meliputi negara bersangkutan, terutama sekali  adanya kesenjangan sosial yang timpang antara pemegang kekuasan dengan masyararakatnya.

            Pada akhirnya tugas berat yang menanti kita bersama adalah bisakah kita memberikan solusi yang ampuh terhadap tiga krisis yang sedang mendera umat Islam pada saat ini, yaitu krisis kepemimpinan, krisis ekonomi dan krisis militer. Bisakah kita keluar dari ketiga krisis tersebut tanpa harus mengorbankan agama Islam yang kita cintai?

            Kalau kita memiliki konsep yang terintegrasi dengan baik dalam menuntaskan tiga persoalan diatas dan mampu menghindar dari ketergantungan kepada negara negara barat, maka kita akan menyongsong era baru yang sangat menguntungkan bagi umat Islam.

            Di sisi lain pada saat yang sama krisis ekonomi dunia justru menguntungkan negara-negara teluk yang kaya akan minyak dan gas alam, dimana beberapa tahun belakangan harga minyak melambung tinggi secara tidak wajar, akibatnya tumpukan uang pada mereka jadi melimpah ruah.

            Maka terbukalah titik cerah kekuatan baru umat Islam jika mereka mampu menggalang kerjasama diantara negara-negara Islam yang sekarang sedang exist.

            Kita bisa bayangkan betapa besarnya kekuatan yang akan terbentuk disaat tiga poros kekuatan umat Islam bisa dipersatukan, poros leadership dan kekuatan ekonomi yang sangat berlimpah di Saudi dan negara-negara Teluk, poros ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia profesional yang terkumpul di Mesir dan poros kekuatan militer dan wilayah yang sangat strategis ke arah Eropa dimliki oleh Turki.

            Pertanyaan terakhir kita, bisakah negara-negara Islam pada saat ini berkumpul dan bekerjasama dalam membangun kekuatan bersama sekelas NATO?

            Jika jawabnya bisa maka hendakbya segera di realisasi.

            Jika jawabnya belum bisa maka hendaknya disiapkan dengan matang agar kedepan mereka bisa.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: