Deso Dogg (Denis Mamadou Cuspert), Rapper Asal Jerman yang Menjadi Muslim


Underground Tauhid Denis Mamadou Cuspert, rapper asal Jerman yang sebelumnya dikenal dengan nama Deso Dogg, kini telah menjadi pemeluk islam yang taat. Ia memilih Abu Maleeq sebagai nama hijrahnya, subhanalloh!

Deso Dogg / Denis Mamadou Cuspert / Abu Maleeq lahir dan besar di kota Berlin, ibunya asli Jerman sedangkan ayahnya imigran asal Ghana.

Ketika kecil, ia ditinggal pergi oleh ayahnya. Kemudian ia mendapat ayah tiri yang merupakan seorang prajurit Angkatan Darat Amerika. Cuspert kecil pernah dikirim ke sekolah yang menangangi anak-anak nakal. Setelah bersekolah selama lima tahun, ia kembali ke rumah.

“Saya dibesarkan dengan rasisme,” kata Cuspert. “Meskipun ibu saya orang Jerman, beberapa orang guru tetap memanggil saya dengan sebutan ‘negro’ dan memperlakukan seluruh anak-anak Muslim dengan buruk”.

Sikap Anti Amerika dan Riwayat Popularitasnya

Sikap anti Amerika dan anti kebijakan luar negeri Amerikanya tumbuh pada tahun 1990, di bulan-bulan menjelang perang Teluk Persia pertama. Ia bergabung dengan para demonstran di Berlin. “Kami berbaris, berteriak dan membakar bendera Amerika,” katanya tersenyum.

The New York Times menulis, invasi Amerika ke Irak pada 2003 menjadi sumber konflik baru dengan ayah tirinya. Dia bergabung dengan geng-geng pemuda. Cuspert mengatakan saat itu ia ingin mencari identitas diri, ia menemukannya di jalan-jalan Berlin bersama anak-anak imigran dari Arab dan Turki.

Sejak usia dini Cuspert atau Abu Maleeq, biasa melatih dirinya dengan kick boxing Thailand, tae kwon do dan jiu-jitsu Brasil. Pekerja sosial Jerman pernah mengirimnya ke sebuah peternakan khusus di Namibia yang biasa digunakan untuk merehabilitasi anak-anak nakal.

Pada tahun 1995, ia menemukan cara baru untuk menunjukkan kemarahannya: yaitu sebagai rapper Deso Dogg. Ia mengatakan, “lagu-lagu saya adalah tentang cerita saya di penjara, rasisme, perang.”

Karir musiknya pun melonjak. Dia melanjutkan tur dengan rapper terkenal dunia seperti DMX dan bahkan juga bekerja membuat soundtrack musik untuk film-film di Jerman.

Titik Balik Kehidupannya

Pada suatu hari Cuspert mengalami kecelakaan mobil, tapi beruntung ia selamat. Setelah itu ia mulai mempertanyakan gaya hidupnya dan memutuskan untuk masuk kedalam agama Islam untuk mencari jawabannya.

Pada tahun 2010, ia mengakhiri karirnya sebagai rapper dan mengalihkan perhatiannya untuk memerangi Amerika Serikat dan Barat.

Nada tunggu ponselnya jelas mengungkapkan siapa sebenarnya dia saat ini. Jika anda menelfon Cuspert, anda akan mendengar nada tunggu yang berbunyi “Kematian adalah yang paling indah, Allahu Akbar.”

Pandangannya Tentang Jihad

Cuspert mengatakan bahwa Syariah Islam, yang sesuai Al Qur’an membolehkan seseorang untuk membela diri. “Tugas saya adalah untuk menggunakan suara saya untuk memberitahu kebenaran kepada orang-orang, dan (diantara) kebenaran itu adalah jihad sebagai kewajiban,” katanya.

Akhir Juni lalu, Cuspert menyanyikan nasyid yang memuji pemimpin Al Qaeda, Syaikh Usamah bin Ladin rohimahulloh. “Namamu akan mengalir dalam darah kami,” nyanyinya merujuk pada kesyahidan Syaikh Usamah.

“Aku bersumpah setia kepada Mullah Muhammad Umar, Pemimpin Taliban,” katanya dalam wawancara sambil tersenyum. “Dia adalah satu satu orang terbesar.”

Dalam ceramahnya, Cuspert menyatakan kemarahannya atas serangan pesawat tak berawak Amerika di wilayah kesukuan Pakistan, Yaman dan Somalia, dan ia mengatakan bahwa keinginan terbesarnya sekarang adalah melihat kematian Presiden Obama, yang ia nyatakan sebagai musuh Islam.

Reaksi Pemerintah Jerman

Para pejabat keamanan Jerman menuding, ia kini menjadi tokoh berpengaruh yang suka memprovokasi kekerasan dan kerusuhan melalui video serta ceramahnya yang berapi-api yang memuji ‘teroris’ dan menyerang Barat.

Otoritas Jerman juga menuding, orang seperti Denis Mamadou ini menginspirasi penembakan yang menewaskan dua pilot Amerika di Bandara Frankfurt pada bulan Maret kemarin (2011). Pria yang melakukan penembakan adalah Uka Arid, yang sidangnya telah dimulai hari Rabu kemarin. Dalam keterangannya, Uka Arid mengatakan ia menembaki sebuah bus yang berisi aparat Amerika, setelah melihat video seorang wanita Muslim diperkosa oleh para laki-laki yang mengenakan seragam militer Amerika Serikat.

Para pejabat Amerika mengatakan, video pemerkosaan itu diposting pada halaman mantan penyanyi rap Denis Mamadou Cuspert oleh militan Islam, yang kemudian dilihat Uka Arid dan menginspirasi penembakan itu.

Uka mengatakan ia mendengarkan nasyid dalam iPodnya yang berisi seruan melawan pasukan pendudukan dan Barat saat ia melakukan perjalanan ke bandara sebelum penembakan.

“Itu benar-benar membuat saya marah,” kata Uka kepada hakim hari Rabu kemarin.

Penyidik kasus terorisme Jerman melihat jika Denis Cuspert 35 tahun, sebagai ancaman yang akan memprovokasi anak-anak muda dalam kampanye bahwa Barat sedang menyerang Islam. Denis Cuspert bahkan disamakan dengan Anwar Al-Awlaki, seorang da’i kelahiran Amerika yang kini berhijrah ke Yaman karena juga dituduh mempromosikan kekerasan melalui pidato dan video.

“Setelah membangun hubungan baik melalui musik, dia memperkenalkan ideologi radikal kepada audiens yang sudah menerima dia sebelumnya,” kata Raphael F Perl, yang menjalankan unit anti-terorisme untuk Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa.

Namun, dalam wawancara di sebuah masjid di Jerman, Denis Cuspert membantah memiliki hubungan dengan Uka Arid. Tapi mantan rapper ini mendukung aksi yang dilakukan Uka Arid. “Saudaraku ini belum membunuh warga sipil,” katanya. “Dia telah membunuh prajurit yang sedang dalam perjalanan untuk membunuhi umat Islam.”

Otoritas Jerman mencurigai Cuspert berencana bergabung dengan teman-temannya di Pakistan. Pemerintah Jerman pada Juli telah menuntut ia menyerahkan paspornya. “Saya katakan kepada mereka, paspor saya hilang,” katanya.

Sejauh ini, pihak berwenang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki cukup bukti untuk menangkapnya jika hanya sekedar berupa pidato-pidatonya. Tetapi polisi Jerman berusaha untuk memenjarakannya atas pelanggaran yang ia lakukan semasa ia masih menjadi rapper.

Pada 18 Agustus, Denis Mamadou Cuspert diadili atas tuduhan kepemilikan senjata ilegal. Jaksa mengatakan bahwa ia memegang pistol dalam sebuah video dan bahwa polisi menemukan amunisi dalam penggeledahan di rumahnya.

Otoritas Jerman mengatakan mereka berusaha memenjarakan Cuspert dan menghentikan “video propaganda jihad” miliknya. Hakim akhirnya hanya menjatuhkan denda sebesar € 1.800, atau sekitar $ 2.600 atas “video propaganda jihad”, dan ia lolos dari hukuman penjara.

Rep : Hamzah Amrullah/Shariah4Indonesia
Red : Catalist Fist

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: