Semangat baru


,Zulfickar,

“Seutas benang itu sesungguhnya hanya

ada dalam pikiran Anda!”

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.

Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya

dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu

diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak

berani melangkah keluar dari area

lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang

bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan

diri kita dengan seekor gajah.🙂

Namun bisa jadi, kita pun memiliki

‘keterbelengguan’ dengan seutas tali

yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang

dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,

kita bisa melakukan banyak hal hebat

dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,

berapa banyak kesempatan yg sebenarnya

hadir, melintas di depan Zulfickar  namun

 Zulfickar tidak mempedulikannya?

Zulfickar mungkin menganggap peluang itu

‘terlalu tinggi’ untuk Zulfickar, dan

merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Zulfickar malah merasa tidak

mampu untuk melakukan hal itu padahal

sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang

menurut kita ‘begitu hebat’, seringkali

tidak selalu seperti yang kita

bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,

kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Zulfickar akan bisa jika Zulfickar berpikir bisa

2. Zulfickar akan gagal jika Zulfickar berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika

kesuksesan belum menghampiri diri kita.

Sebab, faktor utamanya terletak pada

diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan

seksama, dan tanya pada diri sendiri,

adakah seutas benang yang telah

membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan

benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran

yang selama ini kita buat dan telah

membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir

kapan saja. Namun, karena kita selalu

saja menutup mata, telinga, dan pikiran

kita, maka peluang itu akan terlewat

begitu saja!

Jika Zulfickar masih saja ragu untuk

melangkah, cobalah untuk melatihnya

sedikit demi sedikit. Dan jika Zulfickar

sudah yakin, maka segeralah berlari cepat,

keluar dari keterbelengguan Zulfickar!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi

yang diuntungkan, jika bukan Zulfickar

sendiri?🙂

Minggu depan saya akan mengirimkan tips

“Bagaimana Cara Memaksimalkan Daya Tarik!”

yang akan saya tulis khusus untuk  Zulfickar!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: