Siapa yang membunuh ‘Utsman?


utsmanSetelah ‘Utsman رضي الله عنه dikepung, mereka memanjati rumah-rumahnya dan membunuhnya ketika ia sedang meletakkan mushaf di depannya. Seseorang bertanya kepada Hasan al-Bashri ketika itu ia sudah lahir, karena dia termasuk Tabi’in senior, “Apakah ada di antara mereka yang membunuh ‘Utsman itu seorang dari kalangan Muhajirin dan Anshar?” Al-Hasan Rahimahullah menjawab:”Para pembunuh ‘Utsman adalah orang-orang keras dan kasar dan berasal dari penduduk Mesir.

Meski demikian, orang-orang nta bisa dikenali. Mereka adalah: Kinanah bin Bisyr, Ruman al-Yamani, seorang yang mempunyai panggilan Jabalah, Sudan bin Humran, dan seorang yang dijuluki kematian hitam dari Bani Sadus. Ada yang mengatakan, di antara mereka juga adalah: Malik bin al-Asytar an-Nakha’i.

Mereka itulah tokoh penggerak fitnah yang menimpa ‘Utsman رضي الله عنه. Adapun orang yang membunuhnya secara langsung, menurut pendapat yang masyhur, dia adalah orang Mesir yang bernama Jabalah.

Dari Muhammad bin Sirin, dia mengisahkan:”Ketika itu aku sedang melakukan thawaf di Ka’bah. Tiba-tiba, aku melihat seorang laki-laki berkata:”Ya Allah, ampunilah aku. Tapi aku kira Engkau tidak sudi mengampuniku.’Aku pun terheran-heran dengan orang ini. Aku kemudian bertanya kepadanya:”Wahai hamba Allah, akua tidak pernah mendengar orang berdoa seperti yang engkau katakana.

Orang itu bertutur:”Aku pernah berjanji kepada Allah:jika suatu saat ada kesempatan, niscaya aku akan menampar ‘Utsman. Ketika ‘Utsman terbunuh, jenazahnya diletakkan di tempat tidur di rumahnya sendiri. Orang-orang pun berdatangan untuk menshalatinya di situ.

Aku datang pura-pura ingin melakukan shalat jenazah. Ketika aku melihat bahwa kondisi rumah itu sudah sepi, aku pun membuka penutup wajahnya, kemudian aku menampar jenazahnya. Setelah itu, tanganku tiba-tiba mengeras.’ Dan aku melihat sendiri tangannya keras seperti sebatang kayu.

Bagaimana bisa ‘Ustman رضي الله عنه terbunuh tanpa ada seorang Sahabat pun yang melindunginya?

Ada beberapa pendapat terkait alas an mengapa ‘Utsman رضي الله عنه sampai terbunuh.

Pendapat pertama: ‘Utsman رضي الله عنه  sendirilah yang memerintahkan mereka untuk tidak melakukan perlawanan. Ia memerintahkan mereka untuk menyarungkan pedang dan melarang mereka berperang. Ia berserah diri kepada qadha’ dan qadar Allah سبحانه و تعالى‎

Apa yang dilakukan ‘Utsman رضي الله عنه  menunjukkan dua hal: pertama menunjukkan keberanian ‘Utsman رضي الله عنه  . Kedua, menunjukkan kasih sayangnya kepada kepada umat Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ia mengerti bahwa para pemberontak itu adlah orang-orang Badui yang bodoh dan suka merusak.

Menurut pandangannya, jika para Sahabat memerangi mereka, maka kerusakan yang ditimbulkan akan lebih besar disbanding dengan terbunuhnya satu orang saja. Bisa jadi malah menyebabkan terbunuhnya para Sahabat dalam jumlah besar.

Dan, tentu saja, para pemberontak itu tidak segan-segan melanggar kehormatan dan merampas harta benda. Ia berpikir lebih baik dia sendiri yang terbunuh, dan tidak ada satu Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم pun yang terbunu, serta jangan sampai kehormatan kota Madinah, kota Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dikotori.

Pendapat kedua: Jumalah Sahabat yang ada jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah kaum pemberontak, karena ketika itu para Sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم terpencar di beberapa tempat: pertama, Makkah. Saat itu adalah musim haji. Banyak di antara mereka yang keluar untuk melaksanakan haji. Sehingga, mereka tidak berada di Madinah.

Kedua, di daerah. Sebagian Sahabat Nabi صلى الله عليه وسلم tinggal di beberapa daerah. Ada yang menetap di Kufah, Bashrah, Mesir, Syam, dan daerah-daerah lainnya.
Ketiga, di medan jihad. Di antara mereka ada yang sedang berjihad.
Keempat, di Madinah. Mereka yang sedang berada di Madinah pun jumlahnya tidak sebanding dengan  jumlah para pemberontak itu.

Pendapat ketiga: Para Sahabat mengirimkan anak-anak mereka utnuk melindungi ‘Utsman رضي الله عنه  , namun mereka tidak mengira pengepungan itu akan bebrujung pada pembunuhan ‘Utsman. Mereka mengira itu sebatas pengepungan dan tindakan anarkis semata, setelah itu para pemberontak itu akan kembali ke negeri mereka. Mengenai mereka akan berani melakukan pembunuhan terhadap ‘Utsman bin ‘Affan, para Sahabat tidak ada satu pun yang berpikir sampai sejauh itu.

Kemungkinan yang paling kuat di antara pendapat-pendapat ini adalah yang pertama, yaitu ‘Utsmanlah yang melarang mereka berperang melawan para pemberontak itu.

http://al-irsyad.or.id/index.php/21-frontpage/frontpage/496-siapa-yang-membunuh-utsman

Ditulis oleh : zulfickar
Dikutip dari buku : Inilah faktanya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: